Sunday, 21 September 2014

High Favour Is Yours

Sunday, September 21
High Favour Is Yours
Psalm 5:12; Psalm 102:13

Luke 1:30 " And the angel said unto her, fear not, Mary: for thou hast found favour with God."" Mary, the Virgin was to carry Jesus in her womb for nine months. The angel of the Lord came to her with news from heaven that she had found favour with God. "And the angel said unto her, Fear not, Mary: for thou hast found favour with God"" (Luke 1:30). She came under heaven's spot light. Favour singled her out of the multitude of virgins in Israel. What a generous selection! That was God's favour! She only carried Jesus in her womb for nine months to have warranted that much favour. How much more those in whom Jesus Christ lives forever! The Believer is the temple of God (1 Cor.6:16-20). Christ lives in us (Col.1:27); Christ in us, is our hope of glory. We are highly favoured of God. Every man in Christ has come into favour with God (Ps. 5:12). You need to be aware of this truth. None in Christ is disadvantaged in any way. We have favour where it matters. Glory to God! The Word declares in Psalm 102:13: "Thou shalt arise, and have mercy upon Zion: for the time to favour her, yea, the set time, is come."" Beloved, the dispensation of grace is that of favour. In Christ Jesus, every man has unqualified access into God's vast provisions of grace without paying any price. Why? Jesus paid the price for us to enjoy God's favour. Beloved, shout it on the roof top that you are highly favoured of God. I am highly favoured!

Other Scriptures for Meditation: Deuteronomy 33:23; Acts 2:46-47

My Solid Front (Confession)
In the Name of Jesus, I declare that I am highly favoured, I have a goodly heritage, I have found favour before God, and therefore men favour me everywhere I go. Amen.

Children of GOD

CHILDREN OF GOD

Rom 8:15-17
15 So you have not received a spirit that makes you fearful slaves. Instead, you received God's Spirit when he adopted you as his own children.* Now we call him, "Abba, Father."* 16 For his Spirit joins with our spirit to affirm that we are God's children.
NLT

Maureen couldn’t believe that Mr. Willhorf was now her father. Mr. and Mrs. Willhorf saw her in the orphanage home and adopted her; they changed her last name to Willhorf and gave her a bedroom in their home. She had all the privileges of a true child. She was now to relate with Mr. and Mrs. Willhorf as her parents and no longer as the proprietors of the orphanage she grew up in.

In the Old Testament, the best relationship a human being could have with God was that of a slave and a master; that in itself was a great privilege and this would require that you walk in certain physical laws that are to produce righteousness in the followers. In the New Testament, God has chosen us and adopted us into His family. We are now members of the household of God. We are now to approach God with love and boldness just like a child would his father who loves him.

Go into today with the renewed mind that God is indeed your father, that because of this your relationship you have great privileges. Even if you sin God forgives you and does not remember your sins anymore. He is more interested in you than you can ever know.

Prayer: thank you heavenly father for making me your own. I pray you help walk worthy of this, in Jesus name I pray. Amen

-SD Abraham

THE BIBLE IN ONE YEAR: John 1-2
PLEASE SHARE THIS WITH FRIENDS

ANAK BAPA DI SYURGA

ANAK BAPA

Roma 8:15-17  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Maureen tidak percaya bahawa Encik Willhorf kini adalah bapanya. Encik dan Puan Willhorf melihat dia di rumah anak yatim rumah dan mengangkat beliau sebagai anak; mereka menukar nama akhir beliau untuk Willhorf dan memberikannya sebuah bilik tidur di rumah mereka. Beliau mempunyai semua keistimewaan sebagai seorang kanak-kanak. Dia sekarang memiliki perhubungan dengan Encik dan Puan Willhorf sebagai ibu bapa beliau dan tidak lagi sebagai anak yatim di mana dia membesar dahulu.

Dalam Perjanjian Lama, hubungan yang terbaik yang dimiliki seorang manusia dengan Tuhan ialah seorang hamba dan tuan; itu adalah satu keistimewaan yang besar dan ini akan memerlukan anda berjalan di dalam undang-undang tertentu secara fizikal untuk dibenarkan menjadi pengikut.

Dalam Perjanjian Baru, Allah telah memilih kita dan menerim kita ke dalam keluarga-Nya. Kita kini adalah ahli keluarga Tuhan. Kita sekarang boleh mendekati Allah dengan kasih sayang dan keberanian seperti seorang kanak-kanak yang disukai oleh bapanya. Berjalanlah hari ini dengan minda diperbaharui bahawa Allah adalah sesungguhnya bapa anda, bahawa kerana hubungan anda ini, anda mempunyai keistimewaan yang besar. Walaupun anda berbuat dosa Tuhan pun memaafkan dan tidak ingat dosa-dosa anda lagi. Beliau lebih berminat dengan anda daripada yang pernah anda boleh tahu.

Doa: terima kasih bapa syurga kerana menjadikan saya sebagai milik-Mu. Saya berdoa agar Engkau membantu saya berjalan sesuai dengan kehendak-Mu, dalam nama Yesus saya berdoa. Amen
-SD Abraham

THE BIBLE DALAM SATU TAHUN: John 1-2
SILA SHARE INI DENGAN RAKAN-RAKAN

Saturday, 20 September 2014

One prayer, One Answer

I learn something today. Actually I want to pray again for my friend to get a job. But, something stuck in my heart. I taken back my prayer. Why? Because I already pray once. Once is enough. God heard my prayer. I remember about that Roman officer. He said, "Lord, I am not worthy to have you come into my home. Just say the word from where you are, and my servant be healed!" Mat 8:8.

Just one prayer, enough for for one answer from God.

Tuesday, 22 April 2014

Lebih Tinggi

Yohanes 4:21-26  Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Kita memerlukan masa dan ruang untuk dibangunkan dalam iman kita. Kita perlu dibaharui dalam Tuhan. Efesus 3:14-19  Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu sehingga  oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.)
Kita harus mencari wajah Tuhan. Adalah normal bila kita menghadapi masalah.  Namun masalah cuma sementara berbanding dengan kerajaan Tuhan adalah selamanya. Jangan membiarkan diri kita menjauh dari Tuhan kerana masalah, sebab masalah adalah sementara saja berbanding dengan kerajaan Tuhan adalah selamanya. Datanglah kepada Tuhan. (2 Korintus 4:16-18  Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.)

Kita ingin mengejar Tuhan yang kekal dan meninggalkan masalah yang bersifat sementara. Kita harus melihat iaitu melampaui kepada Tuhan.

1. Menyembah melalui inspirasi

Yesus datang untuk menunjukkan jalan kepada kita untuk datang kepada Tuhan. Kita harus menyembah Tuhan melebihi pandangan kita terhadap Tuhan. Cipta ruang untuk mencari Tuhan dengan lebih lagi. Jika kita mendekat kepada Tuhan. Tuhan akan mendekat kepada kita. Apabila Tuhan menghembuskan nafas Roh Kudus kepada kita, kita akan hidup. Kita perlukan berdoa, berbahasa Roh untuk mendapatkan inspirasi daripada Tuhan.

1.1 Menyembah bukan tradisi, bukan juga berdasarkan lokasi (v19-20)

Kita boleh menyembah Tuhan di mana-mana dan bila masa saja. (Yohanes 4:19-20  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.") Orang Samaria juga sebenarnya satu suku di Israel dan mereka menyembah Tuhan di gunung-gunung. Dalam buku Perjanjian Lama, kita dapat mengenalpasti bahawa beberapa suku Israel mempersembahkam korban di bukit pengorbanan ( 1 Raja-raja 3:2  Hanya, bangsa itu masih mempersembahkan korban di bukit-bukit pengorbanan, sebab belum ada didirikan rumah untuk nama TUHAN sampai pada waktu itu.) Sehinggalah Salomo mendirikan Bait Allah, baharulah orang Israel datang ke Yerusalem mempersembahkan korban. Namun, setelah mereka masuk dalam zaman raja-raja yang tidak mengikut jalan Tuhan, mereka kembali mempersembahkan korban di bukit-bukit. Orang Israel terpecah kepada Dia iaitu orang Israel dan suku Yehuda, kemudian Bait di Yerusalem yang musnah. Cerita yang selanjutnya dapat dibaca dalam Perjanjian Lama. Inilah Yang menjadi pertikaian antara orang Yahudi dan orang Samaria, iaitu tempat menyembah Tuhan. Namun, Yesus telah memberitahu mereka bahawa sudah Tina masanya untuk mereka menyembah Tuhan yang benar di dalam Roh dan kebenaran. Tempat adalah bukan menjadi persoalan utama ketika kita menyembah Tuhan. Kita boleh mencari wajah Tuhan di mana-mana. Yang kita perlu ada ialah roh dan kebenaran. Sebab itu berbahasa roh adalah penting, sebab dengan demikian kita boleh menyembah Tuhan dalam roh dam kebenaran. Bahasa Roh bukannya praktis yang harus kita buat apabila kita tidak tahu apa yang harus didoakan. Tetapi turut kita lakukan untuk mendekat kepada Tuhan dan menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran.

1.2 Kita perlukan wahyu

Apabila kita menyembah, kita mahu menerima pengertian daripada Tuhan. (Wahyu 1:9-10  Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,) Pada waktu kesesakan dan menjadi tawanan penjara, Yohanes telah menerima penglihatan dalam Roh. Apabila kita berada dalam kesesakan, itu sepatutnya menjadi masa untuk kita menyembah Tuhan. Kita perlu memiliki kerinduan untuk berada dalam roh bukannya di luar Roh Kudus. (Wahyu 4:1-2  Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.) Tuhan mengajak Yohanes untuk naik dan melihat Surga. Tuhan menyatakan diri-Nya dan memperlihatkan kepada penyembah sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan mata tetapi dalam Roh kita menyaksikannya. ( Kisah Para Rasul 13:2-3  Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.) Kita juga akan mendapat arah tuju bagi pelayanan di gereja. Ia akan melancarkan pertumbuhan sesebuah gereja.

2. Penyembahan yang berakar dalam keselamatan

2.1 Penyembahan bukan pengetahuan di fikiran
Tetapi ja adalah keselamatan yang kita alami. Ia bukan hanya dalam bentuk keselamatan tapi mengingatkan kita akan kasih-Nya yang besar terhadap manusia.

2.2 Mengalami Yesus sebagai Mesias

Pada saat kita menyembah, bagus kalau kita refleks kembali tentang bagaimana pengalaman kita diselamatkan oleh Tuhan dalam pelbagai situasi dan masalah. Dalam penyembahan kita harus berhadapan dengan Yesus. Perempuan Samaria itu datang ke sumur pada waktu tengah hari cuaca panas kerana dia tidak mahu bertemu dengan sesiapapun ketika mengambil air. Tempat itu hanya memiliki satu sumur. Biasanya, orang akan mengambil air para waktu pagi atau petang. Tetapi perempuan itu memilih waktu tengah hari untuk mengambil air kerana mengelak bertembung dengan yang lain. Lagipula, dia tidak mahu orang di kampung menyatakan sesuatu yang tidak baik tentang dirinya yang ramai suami dalam hidupnya. Ini kerana dia tidak menemukan kasih Yang sebenar dalam hidupnya dan Dia merasa sunyi. Tetapi Yesus mengetahui hidup perempuan tersebut dan mengenal isi hatinya. Dia rasa tersentuh dan akhirnya memberitakan kepada orang kampung tentang Yesus. Kejadian itu agak pelik bagi orang kampung memandangkan perempuan itu jarang bercakap dengan mereka. Jadi, mereka mulai tertarik untuk datang kepada Yesus yang mengetahui tentang kisah hidup perempuan itu.

2.3 Penyembahan di dalam kebenaran

Banyak masalah yang kita hadapi tetapi harus tetap mahu datang kepada Tuhan. Kita harus bersikap benar dengan mengakui segala kelemahan kita, kita tidak mahu berpura-pura ketika menyembah Tuhan. Yesaya mengakui kecelaannya di hadapan Tuhan
Saat kita menyembah Tuhan, itulah masa untuk kita mengakui segala dosa mereka.

3. Penyembahan dari luar dan dari dalam

Mendekat kepada Tuhan akan mengubah kita bermula dari roh kemudian jiwa diikuti perubahan luaran. Perubahan harus bermula dari dalam dahulu kemudian perubahan luaran.

3.1 Roh

Roh yang mengalami perubahan dahulu. Apabila kita mengalami Tuhan, roh kita akan diubah dahulu. Tuhan menyentuh kita dari dalam saat kita menyembah Dia.

3.2 Jiwa

Jiwa kita adalah tentang minda, dan kehendak. Apabila kita menyembah Tuhan dalam nyanyian kita, lagu pertama tidak semestinya menyentuh hati kita. Namun, sekiranya kita meneruskan penyembahan kita, kita akan menemukan bahawa ada satu lagu yang seterusnya yang menyentuh hati kita. Apabila hati kita tersentuh dengan lirik lagu yang ada, minda kita mula memikirkan tentang lirik lagu tersebut. Emosi kita mula respon kepada penyembahan.

3.3 Tubuh

Kemudian, tubuh kita mula meresponi dengan bertindak balas mengangkat tangan, bersujud, dan menyembah Tuhan.

3.4 Respon iman membawa penerobosan

Perempuan Samaria itu mengalami penerobosan dalam hidupnya saat dia mendengar apa yang dikatakan oleh Yesus. Dari seorang yang antisosial kepada orang yang membawa orang kampung bertemu Yesus. Orang sekeliling mula tergamam dengan apa yang terjadi kepada perempuan itu. Dia percaya Yesus adalah Mesias.

Kesimpulan

1 Samuel 1:15-20  Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama."Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya."
Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi. Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya. Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN."
Hana telah mencurahkan isi hati di hadapan Tuhan dengan segenap hati kerana dia mandul tiada anak. Oleh kerana terdesak dan sedih, Hana tidak mahu makan dan pergi mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan. Namun, setelah dia mendengar kata-kata dorongan daripada Eli, imam ketika itu, dia mula dibangunkan semula. Dia menerima kata tersebut dengan iman. Melalui masalah kamu, Tuhan bekerja. Pada saat mengangkatkannya ke dalam tangan Tuhan, kamu akan melihat hasilnya. Dan hasilnya adalah untuk kamu, Tuhan dan orang lain juga. Walaupun dalam keadaan sukar, kita harus datang kepada Tuhan kerana kita percaya dalam penyembahan kita akan dilepaskan dari belenggu dalam nama Tuhan Yesus.

Monday, 14 April 2014

Kristen Di Lubang Arnab

Santapan Harian pernah menuliskan tentang arnab yang merupakan haiwan yang penakut dan berusaha untuk mengelakkan diri daripada bertembung dengan haiwan lain. Mereka tinggal di dalam lubang dan hanya bertegur sapa dengan jiran arnab-arnab yang lain. Setiap kali keluar mencari makanan, arnab ini akan cepat-cepat masuk ke dalam lubangnya selepas berjaya mencari makanan. Ia  berkata "Baguslah, kita telah berjaya melalui hari ini dengan baik dan selamat."

Penulis telah mengulas tentang kehidupan kita sebagai Kristen kadang-kadang menjadi seperti arnab ini. Cuma kenal dan bergaul dengan orang sesamanya. Hidup dalam kumpulan "orang-orang kudus." Alasannya, saya lebih mempercayai orang-orang yang seiman denganku. Atau bagi mengelakkan diri daripada berdosa. Atau keselesaan bergaul dengan teman seiman. Atau salah faham dengan pernyataan yang menyatakan bahawa terang tidak mungkin bersatu dengan gelap. (2 Korintus 6:14) Tidak hairanlah orang Kristen bersikap menyendiri sambil membenarkan diri.

Sebaliknya Yesus merelakan dirinya yang kudus bercampur gaul dengan pemungut cukai, perempuan sundal dan ramai orang berdosa. Dia telah membuatkan ramai ahli Farisi dan ahli Taurat berasa tidak senang dengan perbuatan-Nya dan menggelar Dia 'sahabat pemungut cukai dan sahabat orang berdosa'. (Matius 11:19)

Salah seorang pemungut cukai yang Yesus ziarahi ialah Zakheus yang akhirnya bertobat. Malah, murid-Nya sendiri iaitu Matius yang dipilih untuk melayani dan dilayani oleh Yesus sendiri. Yesus tahu bahawa perhubungan boleh membantu dalam keselamatan jiwa seseorang. Demikian, terang yang ada pada-Nya menerangi kegelapan di jiwa mereka. (Yohanes 8:13) Sebab itu, Dia dihormati oleh kerana Dia peduli akan mereka.

Cabaran untuk kita pada waktu sekarang; adakah kita sanggup melakukan hal yang sama seperti Yesus lakukan. Sanggupkah kita bergaul dengan orang yang tidak sama aturan dengan kita. Relakah kita berkawan dengan orang yang tidak disukai masyarakat. Atau orang yang pernah berbuat jahat. Sanggupkah?

HVL- Yesus sudah melengkapi kita dengan Roh Allah dan meyakinkan kita bahawa Dia akan menyertai kita agar kita dapat menjadi contoh teladan-Nya. Marilah kita berjaga-jaga agar tidak menjadi orang Kristen yang bagaikan arnab di dalam lobang.

Matius 5:15  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Berdoalah memohon kekuatan daripada Tuhan untuk mencontohi teladan-Nya dan kesanggupan-Nya. Untuk itulah kita dipanggil. Bukan hanya saya atau kamu sahaja, tetapi KITA.

Sunday, 30 March 2014

Peperangan yang Tidak Kelihatan

Pernahkah kamu mengalami situasi yang kamu rasakan diri kamu sangat lamban dan tidak bermaya? Padahal kamu telah membuat waktu sunyi dengan baik dan berdoa kepada Tuhan segenap hati. Kamu mendengarkan suara-Nya sehingga kamu merasa lega. Namun, beberapa waktu selepas itu, kamu merasa lamban dan jiwa kamu bergolak seperti ada saja yang tidak kena. Kamu mula bertanya, 'Tuhan apakah yang terjadi kepadaku. Kenapakah hatiku seperti ada saja yang tidak kena?' What's wrong with me' Kamu cuba mencari punca tetapi tidak berjaya. 

Dalam waktu begini, kamu berdoa kepada Tuhan, Tuhan apakah kesalahanku dan apakah yang harus kuperbuat. Aku tidak mahu jadi seperti ini. Namun, kamu rasa seperti diri kamu dibiarkan dalam keadaan terombang-ambing. Ombak memukuli jiwamu sehingga kamu merana seketika dengan ketidaksenangan di dalam hatimu. Inilah yang saya alami. 

Seketika selepas saya mengalami perkara ini, saya mula mengerti dengan satu perkara. Dalam situasi bergini, apa yang saya dapat simpulkan ialah, kamu memang tidak memiliki kesalahan dalam waktu sunyimu, tidak juga kamu salah dalam doamu dan waktu pembacaan Firman Tuhan. Kamu tidak salah dalam ini, kamu tidak kurang dalam begini. Tuhan juga tidak pernah mengabaikan kamu dan tidak pernah membiarkan kamu dalam sendirian. Dia bukannya tidak tahu kamu dalam kekalutan dan hatimu dalam kesesakan yang tidak kamu tahu apakah puncanya. 

Puncanya ialah kamu sekarang berada dalam peperangan yang tidak kelihatan. Dalam situasi peperangan rohani, kamu mula mendapati bahawa kamu bergumul dengan pemikiran dan hatimu. Namun, syukur sebab rohmu telah diselamatkan Tuhan melalui kekuatan-Nya sebab kamu sudah awal bersedia dengan Firman dan doamu sebelum ini. Tuhan memperhatikan kamu dari awal dan dia sudah tahu kamu mengalaminya. Namun demikian, segala yang ada padamu haruslah diuji agar kemurnian doa dan Firman yang kau pelajari adalah terbukti. 

Dalam peperangan tersebut, kamu memang perlukan setiap perlengkapan senjata yang Tuhan sediakan. Memang Tuhan berperang untuk orang Israel tetapi Dia membenarkan orang Israel mengalami suasana perang dan berusaha untuk mendapatkan kemenangan. Kemenangan tidak datang dengan hanya berbicara tetapi dengan usaha, jerih payah dan kelukaan juga. Jika kamu bertekun dan kamu tahan uji, kamu akan mendapat kemenangan. Namun, jika kamu membiarkan hatimu dibawa oleh arus kelambanan, kamu akan kalah. 

Lawanlah Iblis, maka Ia akan menjauh daripadamu!